Nama. : ILHAM RAMDANI
Kelas. : XI BDP
Sekolah : SMK An-Nur Depok
DRAMA
Drama adalah suatu karangan, kini biasa dalam prosa disusun buat pertunjukan dan dimaksimalkan untuk memotret kehidupan. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan. Drama dapat dipertunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti pementasan teater, sandiwara, lenong, film, sinetron, dan sebagainya. Jenis drama berdasarkan penyajian kisah drama yaitu seperti Tragedi, Komedi, Tragekomedi. Opera, Melodrama, Farce, Tablo, Sendratari Sedangkan jenis berdasarkan sarana pementasannya yaitu seperti Drama Panggung, Drama film, Drama Televisi, Drama Radio, Drama Boneka, dan Drama Wayang. Sedangkan berdasarkan keberadaan naskah drama seperti drama Tradisional maupun Drama Modern.
Adapun ciri-ciri yang dari drama yaitu:
a. Ada tokoh (pelaku)
Tokoh dalam drama dapat berupa wayang, boneka, dan manusia.
b. Ada penonton
Penonton merupakan orang-orang yang menikmati dan menyaksikan pementasan drama.
c. Berbentuk dialog
Drama memiliki naskah drama atau teks yang di dalamnya yang di sebut Dialog. Dialog dalam drama dilakukan antar tokoh (pelaku) saat pementasan.
d. Dipentaskan dan Ada Aksi
Sebuah drama biasanya dipentaskan di atas panggung atau dalam ruangan bagian depan atau direkam dalam bentuk gambar/video. Dalam drama juga ditampilkan bagian aksi atau tindakan yang dilakukan oleh para tokoh pemeran.
Dari ciri-ciri drama diatas kita dapat mengetahui mana yang termasuk drama mana yang bukan. Jika kita dapat mengetahui ciri-ciri dari drama maka kita dapat menentukannya.
Adapun unsur-unsur dalam drama yaitu:
a) Tema
b) Alur
c) Tokoh
d) Watak
e) Latar
f) Amanat
Unsur diatas adalah suatu hal yang harus dipersiapkan dengan matang dan teliti agar menghasilkan ketertarikan yang maksimal saat mementaskannya di hadapan para penonton.
Ada juga struktur dalam drama yaitu :
· Prolog
· Dialog
· Epilog
1. Tahapan Dalam Pengembangan Drama
Beberapa tahapan dan penjelesannya dalam pengembangan drama yaitu sebagai berikut:
a) Pengenalan Cerita
Dalam tahap ini, penulis memperkenalka tokoh-tokoh dan latar cerita.
b) Konflik
Dalam tahap ini, ketika mulai tumbuh permasalahan antartokoh didalam alur cerita.
c) Komplikasi
Dalam tahap ini, yaitu peningkatan konflik dan semakin banyak insiden-insiden terjadi.
d) Klimaks
Dalam tahap ini, ketika masalah memuncak dan terjadi benturan antara kedua kubu yang terlibat atau berkepentingan dalam cerita.
e) Anti Klimaks
Dalam tahap ini, ketika masalah mulai menurun karena sudah ada penyelesaian masalah.
f) Penyelesaian
Dalam tahap ini, merupakan akhir cerita semua konflik telah terpecahkan dan alur cerita selesai.
2. Prolog, Dialog dan Epilog Drama
Prolog
Prolog menjelaskan secara ringkas inti awal dimulainya sebuah cerita. Bisa menceritakan permulaan dari perjalanan peristiwa, konflik, tokoh maupun dialognya. Prolog yang memikat bisa menjadi daya tarik bagi pembaca untuk terus membaca karya tulisan kita, serta membuat keseluruhan cerita lebih terasa mengalir dan enak dibaca.
Dialog
Dialog dapat didefinisikan sebagai sebuah percakapan atau pembicaraan antara dua orang atau lebih. Dalam struktur teks drama, dialog menjadi unsur yang memiliki peran yang sangat penting.
Epilog
Epilog adalah penutup dalam sebuah pengisahan, tanpa atau dengan dialog. Jika dilihat dari bagian isinya, epilog adalah segala kata, ungkapan, dan dialog yang berisi amanat dalam sebuah cerita atau kisah. Selain amanat, epilog adalah bisa disebut sebagai kesimpulan dan memuat pelajaran yang bisa diambil oleh pembaca dan penonton.
3. Unsur Intrinsik Drama
Beberapa unsur intrinsik dalam drama yaitu :
a. Tema.
b. Plot
c. Tokoh
d. Penokohan
e. Latar
f. Dialog
g. Amanat
4. Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis
Tokoh Protagonis adalah Tokoh yang berperan Baik atau berwatak baik dalam cerita.
Tokoh Antagonis adalah Tokoh yang berperan Jahat atau berwatak jahat dalam cerita.
5. Fungsi Dialog Drama
Fungsi dialog dalam sebuah pertunjukan drama adalah menampilkan sifat para tokoh, menampilkan hingga memperkaya alur, menciptakan konflik antartokoh, menyajikan fakta yang dibutuhkan untuk membangun drama maupun interaksi antartokoh, membantu para pemeran maupun pengarah peran dalam menyamarkan atau membangun adegan, serta sebagai penghubung antara satu adegan dengan adegan lain.
BAHASA INDONESIA DAN DRAMA
Apa itu Bahasa Indonesia?
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sering digunakan oleh kita selama ini dan juga menjadi bahasa sehari-hari dalam berinteraksi dengan sesama. Bahasa Indonesia kini sudah menjadi bahasa resmi dari negara kita yaitu Indonesia yang banyak diketahui oleh seluruh bangsa Indonesia tetapi dikarenakan wilayah Indonesia sangatlah luas dari Sabang hingga Merauke masih banyak yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing dan masih banyak juga yang belum lancar bahkan ada yang belum bisa sama sekali berbahasa Indonesia.
Pada umumnya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa penyatu dari berbagai daerah yang berada di Indonesia. Menggunakan Bahasa Indonesia lebih memudahkan kita untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat lain dari luar daerah sekitar kita, tetapi walaupun seperti itu masih banyak yang jarang menggunakan Bahasa Indonesia dengan bahasa yang baku.
Kita dapat mengetahui Bahasa Indonesia dari berbagai sumber misalnya seperti yang diajarkan di Sekolah (TK, SD, SMP, SMA) bahkan perguruan tinggipun masih ada mengajarkan tentang Bahasa Indonesia. Kita juga dapat mengtahuinya dari siaran media elektronik dan digital seperti (Radio, Handphone, Televisi dan sebagainya). Meskipun begitu banyak dari kita yang sudah terbiasa dengan Bahasa Indonesia yang non-baku karena lingkungan keluarga, pertemanan maupun sekitar. Dikarenakan menggunakan Bahasa Indonesia yang non-baku dapat membuat kita menjadi lebih akrab ataupun lebih santai saat berbicara dengan sesama. Jika kita melihat dari lingkungan sekitar kita sangat jarang kita dapat menemukan orang yang berbahasa Indonesia menggunakan bahasa yang baku dan benar, bahkan diri kita sendiripun sangat jarang menggunakannya dan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia yang non-baku
Walaupun kita sering menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, tetapi masih banyak dari kita juga tidak terlalu paham akan pelajatan Bahasa Indonesia yang dipelajari. Karena di mata pelajaran Bahasa Indonesia bukan hanya sekedar mempelajari bahasanya melainkan juga apa saja yang menjadi budaya di negara Indonesia ini sendiri. Maka dari itu, banyak yang tidak menguasai mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Sekolah : SMK An-Nur Depok
DRAMA
Drama adalah suatu karangan, kini biasa dalam prosa disusun buat pertunjukan dan dimaksimalkan untuk memotret kehidupan. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan. Drama dapat dipertunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti pementasan teater, sandiwara, lenong, film, sinetron, dan sebagainya. Jenis drama berdasarkan penyajian kisah drama yaitu seperti Tragedi, Komedi, Tragekomedi. Opera, Melodrama, Farce, Tablo, Sendratari Sedangkan jenis berdasarkan sarana pementasannya yaitu seperti Drama Panggung, Drama film, Drama Televisi, Drama Radio, Drama Boneka, dan Drama Wayang. Sedangkan berdasarkan keberadaan naskah drama seperti drama Tradisional maupun Drama Modern.
Adapun ciri-ciri yang dari drama yaitu:
a. Ada tokoh (pelaku)
Tokoh dalam drama dapat berupa wayang, boneka, dan manusia.
b. Ada penonton
Penonton merupakan orang-orang yang menikmati dan menyaksikan pementasan drama.
c. Berbentuk dialog
Drama memiliki naskah drama atau teks yang di dalamnya yang di sebut Dialog. Dialog dalam drama dilakukan antar tokoh (pelaku) saat pementasan.
d. Dipentaskan dan Ada Aksi
Sebuah drama biasanya dipentaskan di atas panggung atau dalam ruangan bagian depan atau direkam dalam bentuk gambar/video. Dalam drama juga ditampilkan bagian aksi atau tindakan yang dilakukan oleh para tokoh pemeran.
Dari ciri-ciri drama diatas kita dapat mengetahui mana yang termasuk drama mana yang bukan. Jika kita dapat mengetahui ciri-ciri dari drama maka kita dapat menentukannya.
Adapun unsur-unsur dalam drama yaitu:
a) Tema
b) Alur
c) Tokoh
d) Watak
e) Latar
f) Amanat
Unsur diatas adalah suatu hal yang harus dipersiapkan dengan matang dan teliti agar menghasilkan ketertarikan yang maksimal saat mementaskannya di hadapan para penonton.
Ada juga struktur dalam drama yaitu :
· Prolog
· Dialog
· Epilog
1. Tahapan Dalam Pengembangan Drama
Beberapa tahapan dan penjelesannya dalam pengembangan drama yaitu sebagai berikut:
a) Pengenalan Cerita
Dalam tahap ini, penulis memperkenalka tokoh-tokoh dan latar cerita.
b) Konflik
Dalam tahap ini, ketika mulai tumbuh permasalahan antartokoh didalam alur cerita.
c) Komplikasi
Dalam tahap ini, yaitu peningkatan konflik dan semakin banyak insiden-insiden terjadi.
d) Klimaks
Dalam tahap ini, ketika masalah memuncak dan terjadi benturan antara kedua kubu yang terlibat atau berkepentingan dalam cerita.
e) Anti Klimaks
Dalam tahap ini, ketika masalah mulai menurun karena sudah ada penyelesaian masalah.
f) Penyelesaian
Dalam tahap ini, merupakan akhir cerita semua konflik telah terpecahkan dan alur cerita selesai.
2. Prolog, Dialog dan Epilog Drama
Prolog
Prolog menjelaskan secara ringkas inti awal dimulainya sebuah cerita. Bisa menceritakan permulaan dari perjalanan peristiwa, konflik, tokoh maupun dialognya. Prolog yang memikat bisa menjadi daya tarik bagi pembaca untuk terus membaca karya tulisan kita, serta membuat keseluruhan cerita lebih terasa mengalir dan enak dibaca.
Dialog
Dialog dapat didefinisikan sebagai sebuah percakapan atau pembicaraan antara dua orang atau lebih. Dalam struktur teks drama, dialog menjadi unsur yang memiliki peran yang sangat penting.
Epilog
Epilog adalah penutup dalam sebuah pengisahan, tanpa atau dengan dialog. Jika dilihat dari bagian isinya, epilog adalah segala kata, ungkapan, dan dialog yang berisi amanat dalam sebuah cerita atau kisah. Selain amanat, epilog adalah bisa disebut sebagai kesimpulan dan memuat pelajaran yang bisa diambil oleh pembaca dan penonton.
3. Unsur Intrinsik Drama
Beberapa unsur intrinsik dalam drama yaitu :
a. Tema.
b. Plot
c. Tokoh
d. Penokohan
e. Latar
f. Dialog
g. Amanat
4. Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis
Tokoh Protagonis adalah Tokoh yang berperan Baik atau berwatak baik dalam cerita.
Tokoh Antagonis adalah Tokoh yang berperan Jahat atau berwatak jahat dalam cerita.
5. Fungsi Dialog Drama
Fungsi dialog dalam sebuah pertunjukan drama adalah menampilkan sifat para tokoh, menampilkan hingga memperkaya alur, menciptakan konflik antartokoh, menyajikan fakta yang dibutuhkan untuk membangun drama maupun interaksi antartokoh, membantu para pemeran maupun pengarah peran dalam menyamarkan atau membangun adegan, serta sebagai penghubung antara satu adegan dengan adegan lain.
BAHASA INDONESIA DAN DRAMA
Apa itu Bahasa Indonesia?
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sering digunakan oleh kita selama ini dan juga menjadi bahasa sehari-hari dalam berinteraksi dengan sesama. Bahasa Indonesia kini sudah menjadi bahasa resmi dari negara kita yaitu Indonesia yang banyak diketahui oleh seluruh bangsa Indonesia tetapi dikarenakan wilayah Indonesia sangatlah luas dari Sabang hingga Merauke masih banyak yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing dan masih banyak juga yang belum lancar bahkan ada yang belum bisa sama sekali berbahasa Indonesia.
Pada umumnya Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa penyatu dari berbagai daerah yang berada di Indonesia. Menggunakan Bahasa Indonesia lebih memudahkan kita untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat lain dari luar daerah sekitar kita, tetapi walaupun seperti itu masih banyak yang jarang menggunakan Bahasa Indonesia dengan bahasa yang baku.
Kita dapat mengetahui Bahasa Indonesia dari berbagai sumber misalnya seperti yang diajarkan di Sekolah (TK, SD, SMP, SMA) bahkan perguruan tinggipun masih ada mengajarkan tentang Bahasa Indonesia. Kita juga dapat mengtahuinya dari siaran media elektronik dan digital seperti (Radio, Handphone, Televisi dan sebagainya). Meskipun begitu banyak dari kita yang sudah terbiasa dengan Bahasa Indonesia yang non-baku karena lingkungan keluarga, pertemanan maupun sekitar. Dikarenakan menggunakan Bahasa Indonesia yang non-baku dapat membuat kita menjadi lebih akrab ataupun lebih santai saat berbicara dengan sesama. Jika kita melihat dari lingkungan sekitar kita sangat jarang kita dapat menemukan orang yang berbahasa Indonesia menggunakan bahasa yang baku dan benar, bahkan diri kita sendiripun sangat jarang menggunakannya dan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia yang non-baku
Walaupun kita sering menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, tetapi masih banyak dari kita juga tidak terlalu paham akan pelajatan Bahasa Indonesia yang dipelajari. Karena di mata pelajaran Bahasa Indonesia bukan hanya sekedar mempelajari bahasanya melainkan juga apa saja yang menjadi budaya di negara Indonesia ini sendiri. Maka dari itu, banyak yang tidak menguasai mata pelajaran Bahasa Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar